"Idialisme itu mendorong kedewasaan dirinya pada suatu konsep kehidupan" Tulis apa yang mau kita kerjakan, kerjakan apa yang sudah kita tulis.
seberapa penting info teman untuk anda?
Selasa, 27 Mei 2014
Sabtu, 24 Mei 2014
Siapa yang pantass pimpin bangsa indonessia
Menilai dari segi positif
Siapa yang pantass pimpin bangsa indonessia dari kedua kandidat Capres dan Cawapres di Pesta Rakyat 9 Juli 2014
Sebelum kita mengenal kedua pasangan capres dan cawapres kita, mari kita tau dulu arti Pesta Rakyat (Pemilu) terdahulu, Apa itu pemilu? Pemilu ada sebuah pesta rakyat yang di tujukan untuk pembenahan dari pemerintahan yang telah berjalan dari awal kemerdekaan hingga nanti, sesuai dengan cita-cita bangsa kita yang di tuangkan dalam ke lima sila kita yang menjadikan bangsa kita memiliki idiology bangsa yang hakiki dan menjadi bangsa indonesia yg sebenarnya.
Dalam wikipedia indonesia.
Sistem pemilihan umum terbagi 2 jenis yaitu :
1. sistem terbuka, yaitu pemilih mencoblos/mencontreng nama dan foto peserta partai politik sistem tertutup, yaitu pemilih mencoblos/mencontreng nama partai politik tertentu.
2. Kedua sistem memiliki persamaan yaitu pemilih memilih nama tokoh yang sama di mana tokoh-tokoh tersbut bisa bermasalah di depan publik.
Artikel itu memiliki arti di dalam intisari tulisan yaitu pesan yang tersirat bahwa masyarakat di minta untuk memilih seorang pemimpin yang sesuai kebutuhan penerus pembangunan dan cita-cita bangsa kita khususnya dan kepentingan bangsa-bangsa di luar sana. Dan masyarakat berusaha di yakinkan oleh pasangan-pasangan yang akan ikut dalam pertarungan perebutan suara masyarakat dengan ketentuan harus berbasis penegakan kebersamaan dan kesatuan dengan tujuan satu untuk kemajuan dan perubahan pemerintahan tidak dengan cara saling menjatuhkan satu sama lain karena dapat memecah belah satu persatuan bangsa indonesia dan melanggar dari sila persatuan indonesia.
Setelah tau apa arti sebenarnya pemilu, kemudian penulis akan mengajak masyarakat untuk mengenal kedua capres dan cawapres kita melalui sudut pandang positif dan menilai dari sisi positif kedua pasangan tersebut, yang bertujuan agar terciptanya sebuah pemilu yang cerdas dan damai tanpa ada saling menghujat dan menjatuhkan dari kedua belah team sukses capres dan cawapres tersebut. Karena inilah moment penentu nasib bangsa yang menentukan bangsa kita dan tanpa adanya campur tangan dari bangsa lain.
Penulis mengajak sama-sama ke semua masyarakat dan pembaca bahwa apa dan seperti apa pemimpin yg di butuhkan oleh bangsa kita agar kita terbebas dari kekangan atau intervensi dari bangsa luar untuk berusaha menjaga kedamaian dunia dan dan kedaulatan bangsa NKRI.
Penulis akan menyuguhkan sedikit informasi untuk mempermudah pembaca agar dapat menjadi pemilih cerdas dan berpendidikan tanpa menjatuhkan salah satu calon/kandidat capres dan cawapres yang ada. Silahkan menyimak.
Kita lihat dulu dari calon presiden :
1. Siapa itu prabowo subianto?
Letnan Jenderal TNI (Purnawirawan) Prabowo Subianto Djojohadikusumo (lahir di Jakarta, 17 Oktober 1951; umur 62 tahun) adalah seorang tokoh militer dan politik Indonesia. Seorang mantan perwira tinggi TNI Angkatan Darat, ia pernah menjabat sebagai Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus dengan pangkat Mayor Jenderal, dari bulan Desember 1995 hingga Maret 1998, dan kemudian dipromosikan menjadi Panglima Kostrad dengan pangkat Letnan Jenderal. Namun, baru dua bulan menjabat, ia diberhentikan pada bulan Mei 1998 oleh Presiden B.J. Habibie.
Setelah tak aktif lagi dalam dinas militer, ia menjadi pengusaha, dan kemudian mulai aktif dalam politik dengan mendirikan Partai Gerakan Indonesia Raya. Ia mencalonkan diri sebagai wakil presiden pada pemilihan umum presiden Indonesia 2009 mendampingi Megawati Soekarnoputri dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, tetapi hanya berhasil meraih sekitar 26,79% dari suara nasional, dan gagal terpilih. (Sumber wikipedia indonesia).
Kehidupan pribadi
Prabowo adalah putra dari pasangan Soemitro Djojohadikusumo (yang merupakan begawan ekonomi Indonesia) dan Dora Marie Sigar, atau lebih dikenal dengan nama Dora Soemitro.[1] Ia juga merupakan cucu dari Raden Mas Margono Djojohadikusumo, anggota BPUPKI, pendiri Bank Negara Indonesia dan Ketua DPA pertama. Ia memiliki dua kakak perempuan, Bintianingsih dan Mayrani Ekowati, dan satu orang adik, Hashim Djojohadikusumo. Saat ini, Hashim dikenal sebagai seorang pengusaha handal, dengan bisnis di puluhan negara termasuk Kanada, Russia dan Indonesia.
Prabowo adalah keturunan Panglima Laskar Diponegoro untuk wilayah Gowong (Kedu) yang bernama Raden Tumenggung Kertanegara III. Prabowo juga terhitung sebagai salah seorang keturunan dari Adipati Mrapat, Bupati Kadipaten Banyumas Pertama.[2] Selain itu, garis keturunannya dapat ditilik kembali ke sultan-sultan Mataram.[3]
Prabowo menikah dengan Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto pada bulan Mei 1983 dan berpisah pada tahun 1998, tidak lama setelah Soeharto mundur dari jabatan Presiden Republik Indonesia.[4][5] Dari pernikahan ini, Prabowo dikaruniai seorang anak, Didiet Prabowo. Didiet tumbuh besar di Boston, AS dan sekarang tinggal di Paris, Perancis sebagai seorang desainer.[6]
Karier militer:
Prabowo mengawali karier militernya pada tahun 1970 dengan mendaftar di Akademi Militer Magelang. Ia lulus pada tahun 1974, satu tahun setelah Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden Republik Indonesia saat ini.[7]
Operasi di Timor Timur
Pada tahun 1976 Prabowo bertugas sebagai Komandan Pleton Grup I Para Komando Komando Pasukan Sandhi Yudha (Kopassandha) sebagai bagian dari operasi Tim Nanggala di Timor Timur, saat itu dia berumur 26 tahun dan merupakan komandan termuda dalam operasi Tim Nanggala. Prabowo memimpin misi untuk menangkap Nicolau dos Reis Lobato, wakil ketua Fretilin yang pada saat itu juga menjabat sebagai Perdana Menteri pertama Timor Timur. Dengan tuntunan Antonio Lobato yang merupakan adik Nicolau Lobato, kompi Prabowo menemukan Nicolau Lobato di Maubisse, lima puluh kilometer di selatan Dili. Nicolau Lobato tewas setelah tertembak di perut saat bertempur di lembah Mindelo pada tanggal 31 Desember 1978.[8]
Pada akhir tahun 1992, Xanana Gusmao berhasil ditangkap dalam operasi yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Prabowo.[9] Informasi mengenai keberadaan Xanana Gusmao diperoleh dari sadapan telepon Ramos Horta di pengasingan.[9]
Di Kopassus
Pada tahun 1983, Prabowo dipercaya sebagai Wakil Komandan Detasemen 81 Penanggulangan Teror (Gultor) Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Setelah menyelesaikan pelatihan Special Forces Officer Course di Fort Benning, Amerika Serikat, Prabowo diberi tanggungjawab sebagai Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara. Pada tahun 1995, ia sudah mencapai jabatan Komandan Komando Pasukan Khusus, dan hanya dalam setahun sudah menjadi Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus.[10]
Penyelamatan Mapenduma
Salah satu pencapaian Prabowo saat menjadi pimpinan Kopassus adalah Operasi Pembebasan Sandera Mapenduma. Saat itu, 12 peneliti disekap oleh Organisasi Papua Merdeka. Pada gambar ini, Prabowo menyalami salah satu peneliti yang berhasil dibebaskan.
Pada tahun 1996, Komandan Kopassus Prabowo Subianto memimpin operasi pembebasan sandera Mapenduma. Operasi ini berhasil menyelamatkan nyawa 10 dari 12 peneliti Ekspedisi Lorentz '95 yang disekap oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM). 5 orang yang disandera adalah peneliti biologi asal Indonesia, sedangkan 7 sandera lainnya adalah peneliti dari Inggris, Belanda dan Jerman.[11] Namun, operasi ini dikritik karena menggunakan lambang Palang Merah pada helikopter putih untuk menipu anggota OPM.[3][12]
Pengibaran bendera di Puncak Everest
Pada tanggal 26 April 1997, Tim Nasional Indonesia ke Puncak Gunung Everest berhasil mengibarkan bendera merah putih di puncak tertinggi dunia setelah mendaki melalui jalur selatan Nepal. Tim yang terdiri dari anggota Kopassus, Wanadri, FPTI, dan Mapala UI ini diprakarsai oleh Komandan Jenderal Kopassus, Mayor Jendral TNI Prabowo Subianto.[13] Ekspedisi dimulai pada tanggal 12 Maret 1997 dari Phakding, Nepal.
2. Siapa itu Joko Widodo?
Joko Widodo atau Jokowi (lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 21 Juni 1961; umur 52 tahun) adalah politikus Indonesia dan Gubernur DKI Jakarta. Ia adalah mantan Wali Kota Surakarta (Solo) dari tahun 2005 sampai 2012 didampingi F.X. Hadi Rudyatmo sebagai wakil wali kota.[4] Dua tahun sementara menjalani periode keduanya di Solo, Jokowi ditunjuk oleh partainya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk memasuki pemilihan Gubernur DKI Jakarta bersama dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).[5]
Walaupun pada masa kecilnya pernah tergusur sebanyak tiga kali,[6] ia mampu diterima di Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada dan setelah lulus berhasil menjadi pengusaha furnitur. Setelah itu, karier politiknya dimulai dengan menjadi Wali Kota Surakarta pada tahun 2005. Namanya mulai dikenal setelah dianggap berhasil mengubah wajah kota Surakarta menjadi kota pariwisata, budaya, dan batik.[7] Di bawah kepemimpinannya, bus Batik Solo Trans diperkenalkan,[8] berbagai kawasan seperti Jalan Slamet Riyadi dan Ngarsopuro diremajakan,[9] dan Solo menjadi tuan rumah berbagai acara internasional.[9] Selain itu, Jokowi juga dikenal akan pendekatannya dalam merelokasi pedagang kaki lima yang "memanusiakan manusia".[10] Berkat pencapaiannya ini, pada tahun 2010 ia terpilih lagi dengan suara melebihi 90%.[11] Kemudian, pada tahun 2012, ia dicalonkan oleh PDI-P sebagai calon Gubernur DKI Jakarta.[5]
Pada tanggal 20 September 2012, Jokowi berhasil memenangkan Pilkada Jakarta 2012, dan kemenangannya dianggap mencerminkan dukungan populer untuk seorang pemimpin yang "baru" dan "bersih", meskipun umurnya sudah lebih dari lima puluh tahun.[12] Ia akan menjabat selama lima tahun dan berakhir pada tahun 2017. (Sumber : wikipedia indonesia).
Jokowi dikenal akan gaya kepemimpinannya yang pragmatis dan membumi. Ia seringkali melakukan "blusukan" atau turun langsung ke lapangan untuk melihat langsung permasalahan yang ada dan mencari solusi yang tepat. "Blusukan" juga dilakukan untuk menemui langsung warga dan mendengar keluh kesah mereka. Gaya yang unik ini dijuluki The New York Times sebagai "demokrasi jalanan".[226] Jokowi juga dianggap unik dari pemimpin lainnya karena tidak sungkan untuk bertanya langsung kepada warga dan mendekati mereka bila akan melancarkan suatu program.[227] Namun, gaya ini juga menuai kritik. Misalnya, ketua Dewan Perwakilan Daerah Irman Gusman menyatakan bahwa "blusukan" hanya menghabiskan waktu dan energi, sementara yang dibutuhkan adalah kebijakan langsung dan bukan sekadar interaksi.[228] Anies Baswedan juga menilai "blusukan" merupakan pencitraan belaka tanpa memberikan solusi.[229]
Selain "blusukan", kepemimpinan Jokowi juga dikenal akan transparansinya. Misalnya, Jokowi dan Basuki Tjahaja Purnama sama-sama mengumumkan jumlah gaji bulanan dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah kepada umum.[230][231] Ia juga memulai sejumlah program yang terkait dengan transparansi seperti online tax, e-budgeting, e-purchasing, dan cash management system.[230] Selain itu, semua rapat dan kegiatan yang dihadiri oleh Jokowi dan Basuki direkam dan diunggah ke akun "Pemprov DKI" di youtube.
Untuk cawapres nya :
1. Siapa itu Hatta Rajasa?
Ir. M. Hatta Rajasa (lahir di Palembang, Sumatera Selatan, 18 Desember 1953; umur 60 tahun) adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia yang menjabat dari 22 Oktober 2009 hingga 13 Mei 2014.[1] Sebelumnya ia pernah menjabat sebagai Menteri Sekretaris Negara (2007-2009), Menteri Perhubungan (2004-2007), dan Menteri Negara Riset dan Teknologi (2001-2004).
Masa jabatannya sebagai Menteri Perhubungan ditandai dengan beberapa kecelakaan transportasi yang menonjol, di antaranya musibah Lion Air Penerbangan 538, Mandala Airlines Penerbangan 91, Kecelakaan KM Digoel, Musibah KM Senopati Nusantara, Adam Air Penerbangan 574, dan Garuda Indonesia Penerbangan 200.
Pria ramah yang pernah aktif di organisasi PII (Pelajar Islam Indonesia) sewaktu mudanya dulu, Pada 9 Januari 2010, secara aklamasi, Hatta Rajasa terpilih sebagai Ketua Umum DPP PAN periode 2010-2015 menggantikan Soetrisno Bachir.(sumber : wikipedia indonesia).
Untuk karir :
2010-sekarang: Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional
2009-2014: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Kabinet Indonesia Bersatu II
2007-2009: Menteri Sekretaris Negara Kabinet Indonesia Bersatu
2004-2007: Menteri Perhubungan Kabinet Indonesia Bersatu
2001-2004: Menteri Negara Riset dan Teknologi Kabinet Gotong Royong
2000-2005: Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional
1999-2000: Ketua Fraksi Reformasi DPR-RI.
1982-2000: Presiden Direktur Arthindo
1980-1983: Wakil Manajer teknis PT. Meta Epsi
1977-1978: Teknisi Lapangan PT. Bina Patra Jaya
2. Siapa itu Jusuf Kala?
Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla (lahir di Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, 15 Mei 1942; umur 72 tahun), atau sering ditulis Jusuf Kalla saja atau JK, adalah mantan Wakil Presiden Indonesia yang menjabat pada 2004 – 2009 dan Ketua Umum Partai Golongan Karya pada periode yang sama. JK menjadi capres bersama Wiranto dalam Pilpres 2009 yang diusung Golkar dan Hanura.(Sumeber : wikipedia indonesia).
Untuk karir:
Jusuf Kalla menjabat sebagai menteri di era pemerintahan Abdurrahman Wahid (Presiden RI yang ke-4), tetapi diberhentikan dengan tuduhan terlibat KKN. Jusuf Kalla kembali diangkat sebagai Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat di bawah pemerintahan Megawati Soekarnoputri (Presiden RI yang ke-5). Jusuf Kalla kemudian mengundurkan diri sebagai menteri karena maju sebagai calon wakil presiden, mendampingi calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Dengan kemenangan yang diraih oleh Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Presiden RI yang ke-6, secara otomatis Jusuf Kalla juga berhasil meraih jabatan sebagai Wakil Presiden RI yang ke-10. Bersama-sama dengan Susilo Bambang Yudhoyono, keduanya menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI yang pertama kali dipilih secara langsung oleh rakyat.
Ia menjabat sebagai ketua umum Partai Golongan Karya menggantikan Akbar Tanjung sejak Desember 2004 hingga 9 Oktober 2009. Pada 10 Januari 2007, ia melantik 185 pengurus Badan Penelitian dan Pengembangan Kekaryaan Partai Golkar di Kantor DPP Partai Golongan Karya di Slipi, Jakarta Barat, yang mayoritas anggotanya adalah cendekiawan, pejabat publik, pegawai negeri sipil, pensiunan jenderal, dan pengamat politik yang kebanyakan bergelar master, doktor, dan profesor.
Saat ini, melalui Munas Palang Merah Indonesia ke XIX, Jusuf Kalla terpilih menjadi ketua umum Palang Merah Indonesia periode 2009-2014. Selain itu beliau juga terpilih sebagai ketua umum Pengurus Pusat Dewan Masjid Indonesia periode 2012-2017 dalam Muktamar VI DMI di Jakarta.
Jumat, 23 Mei 2014
Kampanye Hitam Tak Boleh Dibiarkan
Kampanye Hitam Tak Boleh Dibiarkan!
Laporan: Yayan Sopyani Al Hadi
RMOL. Peran Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) dan partai politik sangat diperlukan untuk meredam kampanye hitam dalam Pilpres 2014 kali ini.
"Kita minta KPU untuk menolak secara tegas kampanye hitam. Kita tidak memberi toleransi terhadap kampanye hitam," kata pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Siti Zuhro, dalam diskusi dengan tema "45 Hari Mengejar Suara Rakyat" di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat (Sabtu, 24/5).
Siti Zuhro mengingatkan, kampanye hitam memiliki dampak buruk bagi pendidikan politik. Dan dengan tanpa kampanye hitam, masyarakat diharapkan bisa melihat pasangan capres dan cawapres dengan pandangan pikiran jernih.
Selain itu, Siti juga mengajak seluruh kalangan masyarakat agar mengawal tahapan semua pasangan dalam menuju pilpres. Karena proses tahapan akan mempengaruhi sikap pemenang saat menjadi penguasa nantinya.
"Jika ada pasangan yang melakukan politik uang dan transasaksional, maka dipastikan (pemerintahan mereka) akan korup," pungkasnya. [ysa]
Kamis, 22 Mei 2014
Korea Utara Tak Gentar, Terancam Embargo.
Riwayat Embargo
![]() |
| Peta dari Semenanjung Korea & zona campuran yang memisahkan kedua negara. |
Sangsi yang dilakukan AS terhadap Korut sejak Perang Korea meletus mencakup aspek politik (AS tidak mengakui keberadaan Korut secara resmi) & ekonomi di mana sangsi tersebut pada intinya dimaksudkan untuk melumpuhkan pemerintahan Korut yang oleh AS dianggap sebagai rezim otoriter, menghancurkan perekonomian negara tersebut, & pada akhirnya memaksa pemerintah Korut agar mau bekerja sama dengan AS. Contoh dari sangsi ekonomi AS terhadap Korut antara lain larangan ekspor & impor aneka komoditas ke Korut (termasuk makanan & obat-obatan), larangan transaksi finansial yang melibatkan Korut, larangan melakukan aktivitas dagang dengan Korut, & membekukan semua aset kekayaan Korut dalam lingkup perbankan AS.
Selama era Perang Dingin, Korut yang mendapat embargo secara bertubi-tubi dari AS kemudian menggantungkan sebagian besar kebutuhannya dari Uni Soviet. Pasca runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1991, Korut memasuki periode krisis ekonomi serius yang mengakibatkan bencana kelaparan yang melanda wilayah tersebut. Setelah wabah kelaparan yang berlangsung selama beberapa tahun, China akhirnya setuju untuk menjadi negara pendonor utama berikutnya bagi Korut & secara efektif mengakhiri periode bencana kelaparan besar pada waktu itu. Bantuan yang diberikan China ke Korut mencakup bantuan makanan & penjualan komoditas vital semisal minyak dengan harga jauh lebih rendah dari harga pasaran dunia.
![]() |
| Roket nuklir Taepodong. |
Bicara soal embargo internasional untuk menekan kepemilikan senjata nuklir negara setempat, perlu diperhatikan juga bahwa selain Korut, ada 3 negara yang juga diketahui memiliki senjata nuklir & tidak tergabung dalam Nuclear Non-Proliferation Treaty : India, Pakistan, & Israel. Ironisnya, meskipun ketiganya jelas-jelas sudah diketahui memiliki senjata nuklir & bahkan sempat mengujinya di hadapan publik (kecuali Israel), tidak ada sangsi embargo serupa yang dilancarkan terhadap ketiganya untuk menanggalkan senjata nuklirnya.
Dampak Embargo
Negara-negara utama yang melakukan embargo terhadap Korut (AS, Korsel, Jepang) mengklaim bahwa embargo yang mereka lakukan bertujuan untuk melemahkan pemerintahan Korut yang dianggap sebagai rezim berbahaya. Faktanya, embargo yang mereka lakukan hanya memberi dampak yang kecil bagi rezim yang berkuasa di Korut karena rezim yang bersangkutan tetap enggan meninggalkan proyek senjata nuklir & sistem pemerintahannya yang tertutup. Korban utama dari embargo tersebut justru adalah rakyat Korut yang notabene tidak ada kaitannya dengan program nuklir yang dilakukan pemerintahnya.
Amnesty Internastional melalui laporannya yang dirilis pada tahun 2010 menyalahkan pemerintahan Korut karena gagal menyediakan jaminan kesehatan yang layak kepada rakyatnya karena kebijakan-kebijakan pemerintahan yang bersangkutan cenderung kontraproduktif. Lebih lanjut, laporan tersebut mengangkat aneka laporan seputar penanganan kesehatan di Korut seperti banyaknya anggota medis yang tidak mendapat gaji yang layak, banyaknya rumah sakit yang kekurangan obat-obatan, banyaknya fasilitas kesehatan yang sering terkena kasus "mati lampu", & adanya operasi-operasi yang dilakukan tanpa pemakaian anestesi (obat bius).
| Foto anak-anak Korea Utara yang menderita kelaparan. |
Fasilitas kesehatan Korea Utara sendiri pada awalnya termasuk salah satu yang terbaik untuk ukuran negara berkembang karena pemerintah Korut menaruh perhatian lebih pada bidang tersebut. Antara tahun 1955-1986, jumlah rumah sakit meningkat hampir 10 kali lipat dari hanya 285 menjadi 2.401, sementara jumlah klinik meningkat dari hanya 1.020 menjadi 5.600 lebih. Mereka yang berobat di beberapa RS atau klinik juga tidak dikenakan biaya. Namun sejak dekade 1990-an, fasilitas-fasilitas kesehatan di Korut mengalami penurunan kualitas yang begitu tajam. Sebagai akibatnya, RS & klinik di Korut sekarang sering mengalami masalah seperti kekurangan obat-obatan & tenaga listrik, sementara sejumlah besar rakyatnya menderita berbagai masalah kesehatan seperti malnutrisi, malaria, & TBC.
Perlu diperhatikan juga bahwa meskipun AS masih secara konsisten mengirimkan bantuan makanan ke Korut, mereka melarang ekspor komoditas dengan "penggunaan ganda" (penggunaan untuk sipil & militer) ke Korut dengan alasan komoditas tersebut bisa dipakai untuk mengembangkan senjata kimia. Komoditas-komoditas yang dimaksud mencakup klorin, kantung transfusi darah, peralatan sinar X, & grafit untuk pensil. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab mengapa Korut saat ini kerap kesulitan menyediakan obat-obatan & alat tulis dalam jumlah yang layak. Sangsi serupa juga dijumpai pada Irak pasca Perang Teluk tahun 1991 & dampak sangsi yang ditimbulkan terhadap penurunan kualitas fasilitas kesehatan setempat kurang lebih serupa dengan yang terlihat di Korut sekarang.
Selasa, 06 Mei 2014
Batang Mahgnet
Tahukah kamu, menagapa jarum kompas selalu menunjuk arah utara dan selatan? jarum kompas selalu menunjuk arah utara dan selatan disebabkan tertarik oleh kutub selatan dan kutub utara magnet bumi. Kutub utara jarum kompas tertarik oleh kutub selatan magnet bumi yang berada disekitar kutub utara bumi. Sedangkan kutub selatan kompas tertarik oleh kutub utara magnet bumi yang terdapat disekitar kutub selatan bumi.
Kutub utara dan kutub selatan magnet bumi tidak berimpit dengan kutub utara dan kutub selatan bumi. Hal ini menyebabkan kutub utara dan kutub selatan magnet jarum kompas tidak menunjukkan arah utara dan selatan geografis, sehingga membentuk sebuah sudut yang disebut Deklinasi (D). Sudut deklinasi adalah sudut yang dibentuk oleh kutub utara-selatan jatum kompas terhadap arah utara-selatan geografis.

