seberapa penting info teman untuk anda?

Rabu, 23 April 2014

Cerita si wahyu

http://comic.naver.com/webtoon/detail.nhn?titleId=350217&no=31&weekday=tue

Cara seksi lucuti pakaian pasangan Anda saat akan bercinta

Pria terkadang lupa bahwa melucuti pakaian pasangan merupakan cara meningkatkan gairah seks.
Meningkatkan gairah seks dengan pasangan bukan hal sulit untuk dilakukan. Banyak cara untuk melakukan hal tersebut di mana salah satu cara sederhana yang bisa dilakukan adalah melucuti busana pasangan Anda dengan cara yang seksi. Banyak pria yang melupakan bahwa melucuti pakaian pasangan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan libido saat akan bercinta.
Karena terlalu mengabaikan pentingnya peranan melucuti busana pasangan, seringkali para pria melakukannya dengan terburu- buru, sehingga saat berhubungan seks jadi kurang seru dan greget. Agar sesi bercinta Anda dengan pasangan Anda semakin hot, lakukan saja cara di bawah ini ketika melepas busana pasangan Anda seperti yang disarankan oleh Ayushveda.

Liat reaksi pasangan Anda lebih dulu

Langkah awal yang perlu dijadikan pedoman untuk Anda adalah pastikan dia tertarik ketika Anda hendak melepaskan busananya perlahan. Artinya, jika pasangan mengatakan tidak, maka jangan melakukannya secara inisiatif. Sebaliknya, ketika dia berkata iya, artinya pasangan Anda siap menerima layanan yang hendak Anda berikan untuknya.

Buka busana pasangan Anda secara perlahan

Langkah kedua yang bisa dilakukan adalah melepas busananya secara perlahan-lahan. Bukalah busananya satu demi satu sambil Anda tetap menjaga kontak mata dengannya. Jika busananya bukan yang jenis kancing depan, maka lepaskan perlahan dan keluarkan melalui kepala. Pastikan ketika melepaskan busananya, Anda bergerak dengan hati-hati dan tepat, sehingga tidak merusak suasana keintiman yang sedang dibangun.

Melucuti underwear

Untuk bagian yang satu ini, tanyakan lebih dulu padanya. Terkadang, wanita ingin melepaskan underwear mereka sendiri. Karena itu, tanyakan padanya sebelum memutuskan untuk membukanya sendiri. Namun kalau Anda memang ingin melepaskan underwear pasangan Anda, tambahkanlah sentuhan nakal yang dapat membangkitkan libido pasangan Anda. Dijamin seks Anda akan luar biasa.

TIPS “10 Tangan” bagi Caleg untuk Memenangkan Pemilu


"Bagaimana caranya aga bisa menjadi pemenang?”.
Berbagai macam cara dapat dilakukan oleh para caleg demi meraih kemenangan. Buat para caleg, tips berikut ini mungkin bisa dijadikan pegangan, khususnya agar dapat meraih sebanyak mungkin dukungan dari para pemilih:
1. Turun Tangan
Untuk menguji komitmen, integritas, sekaligus media perkenalan diri. Seorang caleg mestinya banyak turun tangan alias terlibat langsung di tengah-tengah masyarakat. Masyarakat sebagai pemilih (punya hak pilih) pastinya ingin melihat, mengenal dan mengetahui secara langsung figur (sosok) caleg yang akan dipercayakan nantinya menjadi wakil mereka di parlemen. Bukankah ada istilah “tak kenal maka tak sayang”. Dengan turun tangan langsung kepada masyarakat, maka para caleg ini tentu akan dikenal baik oleh para pemilihnya. Rakyat (pemilih) saat ini sudah semakin cerdas dan tidak bisa lagi dibodoh-bodohi. Mereka tak lagi gampang terjebak pada praktik beli kucing dalam karung.
2. Ringan Tangan
Ringan Tangan alias mudah bersambung tangan dapat diartikan sebagai sifat dan sikap suka menolong (suka memberikan bantuan). Bukan “ringan tangan” dalam pengertian suka memukul atau menempeleng. Sifat dan sikap (baca: berjiwa sosial) dari seorang caleg kepada sesama tentunya akan mendapatkan banyak simpatik dari masyarakat. Masyarakat tentunya akan lebih memilih caleg yang selama ini mereka kenal sebagai sosok yang suka menolong sesama ketimbang memilih caleg yang sama sekali tidak pernah terdengar sedikit pun memberikan bantuan (pertolongan) kepada sesama warga.
3. Buah Tangan
Caleg yang hendak bertemu masyarakat selaku pemilih pada Pemilu nantinya harus pintar-pintar memikat hati para calon pemilih. Selama turun tangan sebagaimana disebutkan pada poin 1 di atas, para caleg tidak boleh datang hanya dengan tangan kosong. Sebelumnya harus mempersiapkan pula “Buah Tangan”. “Buah Tangan” alias “ole-ole” hendaknya disiapkan untuk diberikan kepada calon pemilih ketika hendak bertemu dengan mereka. “Buah Tangan” yang dimaksud biasanya berupa cendera mata (baju kaos, sarung, kerudung, topi, handuk, sapu tangan, gantungan kunci, dll).
4. Tangan di atas
Ada peribahasa yang mengatakan “Tangan yang di atas (pemberi) lebih baik dari pada tangan yang di bawah (penerima)”‘. Nah, dalam hal ini, seorang caleg mestinya memposisikan dirinya sebagai “tangan diatas” atau pemberi. Selaku pemberi, seorang caleg tidak boleh berharap lebih dari pemberiaanya. Dalam artian, pemberian (bantuan) yang diberikannya harus dengan penuh keikhlasan. Pemberian itu tidak boleh menimbulkan kesan “ada maunya”, butuh balasan, atau pemberian secara tidak ikhlas.
5. Tanda Tangan
Sebenarnya tips yang satu ini tidak begitu penting. Akan tetapi, tidak bisa di pungkiri bahwa sosok seorang caleg apalagi di saat-saat kampanye layaknya seperti artis ditengah-tengah pendukungnya. Kemungkinan pada saat seperti itu akan banyak simpatisan (pendukung) yang meminta tanda tangan, hehe…Jika ini yang terjadi, para caleg hendaknya jangan sungkan-sungkan memberikan tanda tangannya kepada simpatisan. Ini pengalaman, banyak caleg apalagi pada masa kampanye, kelihatannya enggan, sungkan, dan sulit  memberikan tanda tangannya kepada simpatisan ketika dimintai tanda tangan.
6. Jabat Tangan
Jabat tangan selalu harus diperhatikan oleh para caleg. Jabat tangan kepada simpatisan (pendukung) apa lagi di saat kampanye amat penting artinya. Jabatan tangan dari seorang caleg menjadi simbol kedekatan dia dengan para simpatisan (pendukung). Secara tidak langsung, dari aspek psikologi, jabat tangan seorang caleg akan timbul hubungan emosional dengan orang (simpatisan) yang ditemani berjabat tangan. Hal ini tentu dapat menjadi media menarik simpatik dari para simpatisan (pendukung).
7. Kaki Tangan
Sudah menjadi keharusan bagi seorang caleg untuk melakukan sosialisasi kepada para calon pemilih. Sosialisasi oleh para caleg ini diperlukan dalam upaya memperkenalkan diri kepada calon pemilih. Agar sosialisasi dengan calon pemilih berjalan dengan rapi dan tertib, sudah barang tentu diperlukan keberadaan Kaki Tangan (semacam Tim Sukses). Mereka (kaki tangan) inilah yang nantinya akan bertugas memperkenalkan atau mensosialisasikan para caleg. Kaki tangan dibutuhkan untuk menyebarluaskan kartu nama, kalender, memasang spanduk, baliho dll. Tanpa bantuan kaki tangan, para caleg akan kesulitan dalam melakukan sosialisasi dan penyampaian visi dan misi kepada masyarakat selaku calon pemilih.
8. Bergandengan Tangan
Bergandengan tangan alias bahu-membahu atau saling membantu penting kiranya dilakukan oleh para caleg dengan caleg lainnya. Apalagi bagi para caleg dari satu partai yang sama. Saling memberikan dukungan, membantu, dan bahu-membahu di kalangan sesama caleg paling tidak akan sedikit memberikan sedikit keringanan selama melakukan sosialisasi. Bantuan baik dari segi moriil maupun dari segi materiil apalagi sesama caleg dari partai yang sama juga dapat menambah motivasi bagi caleg lain.Bukan hanya itu, hal ini juga dapat menimbulkan kesan kekompakan di mata pemilih. Dengan begitu, pemilih semakin tertarik untuk memilih caleg yang terlihat kompak.
9. Angkat tangan
“Angkat tangan” disini bukan berarti menyerah, tidak ada perlawanan, takluk, dan putus asa. “Angkat tangan” dimaksud adalah selalu banyak berdo’a. Para caleg yang ingin memenangkan pertarungan dalam pemilu mendatang harus banyak “angkat tangan” untuk berdo’a. Bagaimana pun keras dan banyak nya usaha para caleg. Paling tidak dengan do’a akan menjadi media penting guna memperoleh rahmat, hidayah, rezki, pun kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa. Bagaimana pun keyakinan mengajarkan bahwa tanpa rahmat, hidayah, dan kehendak dari Tuhan Yang Maha Kuasa mustahil seseorang akan mampu mencapai cita-cita yang diinginkannya.
10. Garis Tangan
Hal ini penting sebagai bentuk kesadaran sekaligus wujud keyakinan.”Garis tangan” alias takdir adalah benteng terakhir dalam harapan seorang caleg. Dalam diri seorang caleg harus tertanam keyakinan dan kepercayaan bahwa takdir (garis tangan) adalah segalanya. Yakin, bahwa segala hal yang akan diperoleh kemudian hari sebenarnya telah di tetapkan sebagai “garis tangan” dari Tuhan Yang Maha Esa. Jika memang Terpilih sebagai anggota dewan nantinya, itu merupakan bagian dari garis tangannya. Begitu juga sebaliknya, jika tidak terpilih sebagai anggota legislatif, itu artinya garis tangannya untuk menjadi anggota legislatif memang tidak ada. Dengan keyakinan ini, tidak akan ada lagi penyesalan nantinya di kemudian hari.

TRIK PES 2013 tendangan bebas

Tips Berdiskusi Tentang Uang dengan Pasangan! #LiveOlive

TRIBUNNEWS.COM-- Pada survei yang dilakukan oleh Barclays Bank, yang dirilis pekan lalu terungkap bahwa kekayaan warga Singapura meningkat paling cepat jika dibandingkan dengan negara-negara lainnya.

Sebagaimana dikutip dari Forbes Selasa (9/7/2013), survei tersebut dilakukan dengan melibatkan perseorangan dengan kekayaan individu minimal 1,5 juta dollarAS atau sekitar Rp15 miliar. Jumlah responden yang terlibat dalam survey ini mencapai 2.000 orang yang tersebar di seluruh dunia.
Hasil yang paling menonjol dari survei itu adalah kekayaan warga Singapura naik paling cepat jika dibandingkan dengan negara-negara lain. Rata-rata orang Singapura hanya butuh waktu 10 tahun untuk menjadi orang dengan kekayaan setidaknya Rp 15 miliar.

Meskipun krisis keuangan melanda berbagai Negara di kawasan Eropa dan Amerika Serikat, namun hal itu tak banyak mempengaruhi laju kenaikan kekayaan orang Singapura, yang dalam hal ini naik hingga 50 persen.

Kenaikan tersebut juga erat hubungannya dengan menguatnya bursa saham Singapura. Indeks Straits Times yang naik dua kali lipat pada periode 2008-2013 membuat kekayan warga negara ini juga melejit. Namun demikian, kondisi tersebut juga membuat sebagian besar kekayaan warga Singapura selalu dibayangi fluktuasi dari lantai bursa.

Dari survei itu salah satu yang menarik untuk disimak adalah bagaimana orang Singapura membagi uangnya, yang membuat mereka begitu cepat kaya.

Tabungan dan investasi. Ternyata, orang Singapura begitu memprioritaskan untuk menabung dan berinvestasi. Dari seluruh kekayaan yang dimilikinya, 61 persen dimasukkan ke bank maupun diinvestasikan ke instrumen pasar modal. Porsi tersebut di bawah alokasi penduduk Hong Kong, yang menyisihkan 66 persen kekayaannya untuk ditabung dan diinvestasikan, sedangkan warga China daratan mengalokasikan 58 persen.

Traveling dan kegiatan amal. Orang Singapura adalah warga yang selalu disibukkan dengan berbagai aktivitas. Berjalan selalu terburu-buru menjadi pemandangan yang biasa di setiap sudut Negara kecil itu. Namun demikian, di balik kesibukannya itu, warga Singapura adalah orang yang suka bepergian dan menghabiskan waktu luang.

Di sisi lain, mereka juga senang menyisihkan sebagian kekayaan untuk kegiatan sosial, kendati mereka identik dengan orang yang money oriented. Untuk keperluan berwisata dan mendukung kegiatan amal, orang Singapura menyisihkan 16 persen dari kekayaan mereka.

Mobil dan perhiasan. Dari survei Barclays diketahui, ternyata orang Singapura tak begitu terobsesi untuk membeli mobil, perhiasan, maupun benda-benda dikoleksi. Sehingga untuk pos ini, rata-rata orang Singapura hanya mengalokasikan 7 persen dari kekayaannya.

Kondisi ini berbeda dengan warga India yang sangat gemar membeli mobil dan perhiasan, sehingga alokasi dana untuk pembelanjaan ini mencapai 17 persen.

Ada cerita baru dari si wahyu

Keriuhan Calon Presiden Alternatif Indonesia 2014-2019
Keriuhan menjelang Pemilihan Presiden 2014 semakin terus menggema. Semua orang Indonesia seperti sedang diserang ‘demam’ akibat keriuhan itu. Padahal, tahapannya harus melalui Pemilihan Calon Legislatif terebih dahulu dengan segala konsekuensi yang akan muncul kemudian. Karena perolehan suara partai dalam Pemilu 2014 akan sangat menentukan konfigurasi politik Pilpres maupu Capres yang bakal diusung oleh masing-masing partai.

Realitasnya toh, Pilpres (Pemilihan Presiden) lebih menarik ketimbang Pileg (Pemilihan Legislatif). Fenomena ini seperti mengisyaratkan bahwa kepercayaan rakyat kepada wakilnya yang berada di Senayan itu semakin tidak bisa dijadikan pegangan, karena selama ini tidak memberi harapan terhadap perubahan menuju perbaikan utamanya dalam koneks kesejahteraan yang berkeadilan bagi rakyat banyak.
Jokowi, Gubernur DKI Jakarta yang baru saja memulai tugasnya untuk memperbaiki Jakarta, semakin santer didapuk banyak pihak untuk terus melaju ke Pilpres 2014. Sebagai sosok yang diidealkan banyak orang agar Jokowi mau melaju ke Pilpres 2014, sosoknya yang yang cukup fenomenal itu pun memperoleh sorotan dari sisi lain. Sorotan yang terkesan ‘miring’ dari pihak lain seperti Amin Rais misalnya, wajar memperoleh reaksi dan membuat keriuhan ‘bursa Capres 2014’ semakin ramai. Padahal, Jokowi sendiri – setidaknya sampai tulisan ini didudun – belum menyatakan kesediaan atau penolakannya untuk maju atau tidak dalam Pilpres 2014. Dalam realitas politik serupa itulah, tulisan berikut menarik diturunkan. Sekedar mebambah perbandingan dalam menentkan pilihan pada sosok pemimpin Indonesia di masa mendatang.

Dari semua di atas, kembali lagi kedasar negara kita yang bertopang pada : Budaya, Sosial, Ekonomi, Politik dan Ideologi Bangsa. maka semua pertanyaan siapa presiden kita di periode tahun politik 2014-2019 ini sangat jelas terlihat, karena dengan ke lima unsur tersebutlah yang dapat membawa bangsa kita ke dalam suatu puncak perubahan indonesia yang di nantikan seluruh warga negara indonesia yang bertumpah darah satu bangsa indonesia.
pertanyaannya siapakah yang memiliki ke lima unsur tersebut dari beberapa capres-cawapres pada saat ini? masyarakatlah yang tahu dan alam jagad raya ini akan membimbing calon pembawa perubahan bangsa indonesia dari keterpurukan.
1. Pemimpin yang dapat mengembalikan keutuhan badan dari simbol Burung Garuda Kita yang memiliki keutuhan sepenuhnya.
2. Pemimpin yang dapat memerahkan darah kita dan memutihkan tulangkita sehingga tertanam kecintaan akan warna bendera bangsa kita Merah Putih Pusaka.
3. Pemimpin yang dapat mewujudkan arti sebenarnya Bhineka Tunggal Ika yang sebenarnya, sehingga dapat di genggam kencang oleh Cengkraman Garuda.
4. Pemimpin yang dapat membangun pilar kebangsaan yang selama ini hanya tertopang oleh 4 Pilar padahal untuk mencapai kekokohan kenegaraan/kebangsaan suatu bangsa harus memiliki 5 Pilar yaaitu empat pilar untuk tiap sudut dan satu pilar untuk menopang dari ke empat pilar tadi sehingga pemerintah dapat menganyomi masyarakatnya dengan segala kebijakannya.
5. Pemimpin yang dapat memberlakukan syukur di atas syukur, memberlakukan laku di atas laku, mengutamakan kewajuban serta keutamaan.