Serangan Prabowo atas koperasi bagaikan "ular memakan buntutnya sendiri"
1)Pertanyaan Prabowo yang ditujukan ke Jokowi tentang tuduhan ke Jokowi yang seakan tidak memerlukan koperasi untuk wadah pengorganisasian gerakan ekonomi petani adalah serangan berujung kesalahan fatal. Apa yang terjadi di balik pertanyaan yang disampaikan dengan penuh percaya diri ini?
2)Semula tim kaum sana mencoba mencari titik lemah Jokowi. Maka dirancanglah serangan hitam dengan menghembuskan isi pidato Jokowi di Indramayu. Serangannya dirancang sederhana, tetapi dahyat: "Jokowi seolah tidak perlu koperasi". Seranganpun bergulir, menjadi issue, yang kemudian berputar dan oleh Tim Prabowo, ditangkap sebagai "kebenaran baru". Sialnya, hal itu kemudian disampaikan ke tim debat Prabowo, untuk dijadikan bahan serangan ke Jokowi dalam debat.
3)Maka bak senjata makan tuan. Serangan yang semula diharapkan membikoin Jokowi kelabakan, dengan mudahnya dihempaskan: "Mungkin Bapak salah baca, atau salah dengar. Saya kira semua orang tahu, bahwa koperasi adalah sokoguru ekonomi kita", kata Jokowi dengan penuh kesantunan.
4)Bayangkan, ketika pertanyaan serangan Prabowo itu ditujukan asumsinya sangat fatal, seolah Jokowi tidak tahu perintah konstitusi. Selain pandangan itu merendahkan, pelajaran terpenting dari serangan salah sasaran ini adalah bahwa kampanye hitam menggelapkan mata penyerangnya sendiri.
5)Dampaknya pun besar, ibarat "ular menggigit buntutnya sendiri", nampak juga bahwa senjata terbukti makan tuan. "Kita bisa bayangkan, betapa malunya Prabowo atas tidak akuratnya informasi tim pendukungnya. Hanya demi ambisi menang"
Aria Bima
Anggota Tim Kampanye Nasional Jokowi JK
jokowi saat hadir di konser dua jari