seberapa penting info teman untuk anda?

Minggu, 06 Juli 2014

Survei LKP: Mesin Demokrat Bergerak Dongkrak Elektabiltias Prabowo-Hatta



Survei LKP: Mesin Demokrat Bergerak Dongkrak Elektabiltias Prabowo-Hatta

Minggu, 6 Juli 2014 14:51 WIB
Survei LKP: Mesin Demokrat Bergerak Dongkrak Elektabiltias Prabowo-Hatta
Tribunnews/Dany Permana
Pasangan capres-cawapres nomor urut 1, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa (Prabowo-Hatta) melakukan teleconference dengan beberapa pesantren di Indonesia, di Rumah Polonia, Jakarta Timur, Sabtu (5/7/2014). Hari terakhir masa kampanye, pasangan Prabowo-Hatta melakukan doa bersama dengan beberapa pesantren di Indonesia. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA) 


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Survei yang digelar Lembaga Klimatologi Politik (LKP) terhadap 1.240 responden di 33 Provinsi pada 19 - 30 Juni, menunjukkan elektabilitas pasangan Prabowo Subianto - Hatta Rajasa lebih tinggi dari Joko Widodo (Jokowi) - Jusuf Kalla (JK).

Direktur Eksekutif LKP, Usman Rachman, dalam pemaparannya di hotel Grand Menteng, Matraman, Jakarta Timur, Minggu (6/7/2014) mengatakan bahwa elektabilitas Prabowo - Hatta mencapai 48,5 persen, sedangkan elektabilitas Jokowi - JK mencapai 42,3 persen, dengan undecided voters atau kelompok yang belum menentukan pilihan sebanyak 9,2 persen.

"Kalau pemilu digelar hari ini, maka yang menang adalah Prabwo - Hatta," katanya.
Pada survei yang dibiayai alumni jurusan Hubungan Internasional Universitas Jayabaya itu diketahui elektabilitas Prabowo - Hatta dapat mengungguli karena mesin partai politik pendukung pasangan nomor urut 1 itu lebih berfungsi ketimbang pasangan nomor urut 2."Bergeraknya mesin Partai Demokrat dalam memberikan dukungan kepada pasangan Prabowo - Hatta juga mempengaruhi," ujarnya.

Pengaruh dari mesin partai itu menurutnya juga membuat elektabilitas Jokowi - JK cenderung stagnan, setelah awalnya sempat memimpin. Namun demikian kata dia elektabilitas Prabowo - Hatta yang lebih unggul itu bukan lah merupakan jaminan kemenangan pada 9 Juli mendatang. Kata dia selisih elektabilitas sebanyak 6,2 persen, masih bisa dikejar, salah satunya dengan merangkul undecided voters.

Tidak ada komentar: